Festival Ekonomi Syariah Dikunjungi 5.900 Warga, Transaksi Capai Rp1,29 Miliar
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) dan Festival Literasi 2026 resmi berakhir pada Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang digelar di Area Parkir Kolam Retensi, Kawasan Menara Teratai Purwokerto, tersebut mencatat transaksi penjualan hingga Rp1,29 miliar.
Penutupan dilakukan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Ir Junaidi.
Selain transaksi penjualan, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 4-6 September 2026, termasuk agenda praacara, juga menghasilkan potensi pembiayaan melalui business matching senilai Rp740 juta.
Adapun potensi transaksi ekspor yang berhasil dihimpun mencapai Rp653 juta. Capaian tersebut menunjukkan SELARAS tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Dari sisi keuangan dan sosial syariah, kegiatan tersebut turut menghadirkan layanan ZISWAF serta penggalangan donasi. Dana yang dihimpun diarahkan untuk mendukung ZISWAF produktif, kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, hingga penyediaan sumur bor dalam menghadapi kondisi darurat kekeringan.
Hingga kegiatan ditutup, total donasi yang terkumpul mencapai Rp42,32 juta.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung dan peserta yang mencapai sekitar 5.900 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Selama festival berlangsung, masyarakat mengikuti beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, talkshow, tabligh akbar, bedah buku, modest fashion, Islamic parenting, lomba edukatif, hingga berbagai program literasi dan ekonomi syariah.
Tahun ini, SELARAS sekaligus dipadukan dengan Festival Literasi 2026. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah agenda, antara lain Sharia Education, Sharia Forum, Piwulang Explore, Pojok Edukasi Kebanksentralan dan Ekonomi Syariah, serta Bazaar Buku “Jelajah Literasi”.
Layanan publik juga turut dihadirkan melalui Hub Layanan Publik. Masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh konsultasi sertifikasi halal, informasi pembiayaan syariah, layanan pembayaran pajak daerah, serta berbagai informasi terkait keuangan.
Lebih dari 30 pelaku UMKM bahkan menyatakan komitmennya untuk mengurus sertifikasi halal. Sejumlah pelaku usaha lainnya juga menyatakan kesediaan mengikuti pelatihan penyelia halal.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah mengatakan SELARAS 2026 merupakan bagian dari dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui tiga pilar utama.
Ketiga pilar tersebut meliputi penguatan halal value chain, pengembangan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah.
“SELARAS 2026 merupakan wujud dukungan Bank Indonesia terhadap tiga pilar pengembangan ekonomi syariah,” kata Mahdi.
Menurut dia, berbagai program dalam SELARAS dirancang secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Banyumas Raya.
Mahdi menegaskan berakhirnya SELARAS dan Festival Literasi 2026 bukan berarti berakhir pula kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program, terutama dalam pengembangan industri halal, pemberdayaan UMKM, optimalisasi ZISWAF, peningkatan literasi, serta penguatan ekosistem halal dari hulu hingga hilir.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, KNEKS, KDEKS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga ZISWAF, perbankan dan lembaga keuangan, akademisi, pondok pesantren, komunitas, media, pelaku UMKM, hingga berbagai mitra lainnya,"ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Ir Junaidi menilai kegiatan seperti SELARAS memiliki arti penting dalam mendorong aktivitas perekonomian daerah.
"Kolaborasi pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki Banyumas Raya,"katanya.
Penguatan ekosistem halal juga menjadi salah satu perhatian dalam SELARAS 2026. Salah satunya melalui peluncuran Zona KHAS atau Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat di Z-Corner Alun-Alun Banyumas serta Kampus UIN Saizu Purwokerto.
Selain itu, dilakukan fasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), serta peningkatan kapasitas penyelia halal.
Pada sektor hilir, Sharia Fair menghadirkan 75 UMKM halal yang bergerak di bidang makanan dan minuman, wastra, serta kriya.
Promosi produk UMKM juga diperluas dengan menggandeng berbagai kegiatan di wilayah Banyumas Raya, seperti Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga, hingga Dieng Culture Festival di Banjarnegara.
Editor: EldeJoyosemito