Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog

Rabu, 23 September 2026 | 13:19 WIB
  • author Elde Joyosemito
Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog
Penyaluran bantuan beras kepada 490 warga Desa Grujugan, Banyumas, masing-masing menerima 30 kilogram beras. Foto: Ist

BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id - Sebanyak 490 warga Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per penerima. Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan pemerintah yang sebelumnya telah diberikan selama tiga bulan dan akan dilanjutkan untuk tiga bulan berikutnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan serta kualitas pangan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

"Kami sangat apresiasi Bulog sebagai mitra kerja dari Komisi 6 yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, memastikan ketersediaan pangan, menjaga kualitasnya juga," ujar Adisatrya saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Desa Grujugan, Banyumas, Rabu (23/9/2026).

Menurut Adisatrya, mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan Bulog telah berjalan dengan teratur dan terstruktur. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.

"Tadi juga sempat dijelaskan, proses pengambilannya sangat terstruktur, teratur, rapi dan mudah-mudahan ini memberikan banyak manfaat buat warga masyarakat," katanya.

Adisatrya menegaskan bantuan pangan tersebut akan dilanjutkan setelah periode tiga bulan pertama berakhir. Pemerintah dan DPR telah menyepakati kelanjutan program selama tiga bulan berikutnya.

"Untuk tiga bulan ke depannya lagi nanti kami dengan pemerintah sudah sepakat untuk tetap dilanjutkan," ujarnya.

Bulog Butuh Tambahan Gudang

Di tengah keberlanjutan program bantuan pangan, kebutuhan terhadap fasilitas penyimpanan beras juga menjadi perhatian. Adisatrya mengatakan kapasitas gudang Bulog saat ini sudah penuh sehingga perusahaan harus menyewa gudang milik pihak ketiga.

"Memang sekarang ketersediaan gudang sangat kurang. Gudang Bulog sendiri sudah penuh, bahkan mereka menyewa banyak dari pihak ketiga," ungkapnya.

Menurut dia, penggunaan gudang sewaan dalam jangka menengah dan panjang akan meningkatkan biaya operasional. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk membangun gudang Bulog baru.

"Tentu kalau sewa terus-menerus untuk jangka menengah panjang kan jadinya mahal. Jadi ditetapkan, diputuskan untuk membangun gudang," katanya.

Pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan tambahan anggaran. Bulog telah mengajukan penyertaan modal negara (PMN) kepada Komisi VI DPR RI dan permohonan tersebut telah disetujui.

"Nah, tentu Bulog untuk membangun gudang perlu dukungan tambahan anggaran dalam bentuk penyertaan modal negara. Itu sudah dimohonkan kepada kami sebagai mitra kerja Komisi 6 dan kami menyetujui permohonan itu," ujar Adisatrya.

Ia berharap pembangunan gudang dapat segera direalisasikan agar ketersediaan stok pangan tetap terjaga dan ketergantungan Bulog terhadap gudang sewaan dapat dikurangi.

"Mudah-mudahan bisa segera terealisasi, cepat dibangun agar stok bisa dipastikan aman dan Bulog juga bisa menggunakan gudangnya sendiri ke depan," imbuhnya.

490 Warga Terima Bantuan

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan terdapat 490 penerima bantuan di Desa Grujugan. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras.

"Ini penerimanya ada 490, masing-masing mendapatkan 30 kilogram beras," kata Prawoko.

Ia menjelaskan penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data desil, dengan kelompok penerima yang berhak berasal dari desil 1 hingga desil 4.

"Berdasarkan desil, tadi sudah disampaikan desil 1-4, yang penerima yang berhak," jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Partinah (54), warga RT 02 RW 01 Desa Grujugan, mengaku terbantu dengan bantuan beras tersebut. Menurutnya, bantuan 30 kilogram beras dapat meringankan kebutuhan pangan keluarganya.

"Ya senang, buat membantu saya sehari-hari, buat makan," kata Partinah.

Partinah mengatakan kebutuhan beras keluarganya berbeda-beda setiap bulan. Konsumsinya bisa mencapai 30 kilogram ketika anak dan cucunya ikut makan di rumah.

"Ya nggak mesti, kadang 20 (kilogram), kadang kalau ada cucu, anak ya habis 30 kilogram," ujarnya.

Saat ini, Partinah tinggal bersama suaminya. Dengan kebutuhan sekitar 30 kilogram per bulan, bantuan tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan beras keluarganya selama satu bulan.

"30 kilo ya satu bulan. Nanti selebihnya ya beli," katanya.

Partinah sebelumnya juga pernah menerima bantuan pemerintah berupa minyak goreng. Ia berharap program bantuan pangan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menuturkan, kondisi ekonomi keluarganya cukup bergantung pada penghasilan sang suami yang bekerja serabutan dan memiliki pendapatan tidak tetap.

"Suami saya kerjanya serabutan, penghasilannya nggak tentu," ujarnya.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut