Bukan Waste to Energy, Banyumas Pilih Pengelolaan Sampah Ala Ndeso
Sadewo menyebut beberapa produk hasil pengolahan sampah belum mampu bersaing dari sisi biaya produksi maupun spesifikasi bahan baku dengan produk konvensional.
“Rencana membuat biji plastik KW 2 terkendala syarat bahan baku plastik murni. Begitu juga produk material bangunan, paving block dan genteng dari limbah sampah harganya masih lebih mahal ketimbang produk konvensional,” jelasnya.
Menurut Sadewo, saat ini sekitar 77 persen sampah di Banyumas telah terkelola. Sementara sekitar 23 persen lainnya masih menjadi pekerjaan yang perlu ditangani pemerintah daerah.
Untuk menekan beban anggaran, Pemkab Banyumas juga melakukan efisiensi dalam pengadaan peralatan pengolahan sampah. Dukungan sarana operasional antara lain diperoleh melalui Sutami Award senilai Rp7 miliar dalam bentuk unit ekskavator dan dump truck.
Pemkab Banyumas menargetkan pengelolaan sampah terus diperbaiki sehingga sistem yang diterapkan semakin efisien.
Sadewo menargetkan Banyumas dapat mencapai kondisi zero waste pada 2028.
“Tahun 2028 saya menargetkan Banyumas sudah sepenuhnya zero waste,” kata dia.
Editor: EldeJoyosemito