Kenalkan Keamanan Pangan Sejak Dini, Balai POM Banyumas Sasar Siswa SD
SDN 2 Sokaraja Kulon merupakan lokus intervensi program PJAS Balai POM Banyumas sepanjang 2026. Pendampingan dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
Menurut Tri, intervensi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan komunitas sekolah dan orang tua murid. Pengelolaan kantin serta makanan yang dijual di lingkungan sekolah turut menjadi perhatian.
"Mulai dari penyuluhan kepada komunitas sekolah, kepada orang tua murid, kemudian kepada siswa. Kemudian juga kita intervensi pengelolaan kantinnya, pengelolaan penjualan makanannya," jelasnya.
Balai POM Banyumas juga melakukan pengujian cepat terhadap sejumlah sampel makanan yang dijual di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pendampingan dan pengujian sementara, belum ditemukan bahan berbahaya dalam makanan yang diperiksa.
"Sampai hari ini pun kita ada pengujian cepat untuk sampel makanan di SDN 2 Sokaraja Kulon. Selama pendampingan tidak ditemukan bahan-bahan berbahaya," ungkapnya.
Namun, pengujian akhir masih akan dilakukan menjelang proses sertifikasi PJAS yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
"Nanti di finalnya adalah di akhirnya di bulan November. Pada saat proses sertifikasi PJAS, di situ kita akan uji lagi apakah ada ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak," katanya.
Jika seluruh tahapan program telah terpenuhi, SDN 2 Sokaraja Kulon berpeluang mendapatkan sertifikat terkait pengelolaan pangan jajanan anak sekolah berupa sertifikat bintang keamanan pangan.
Editor: Elde Joyosemito