Pemkab Banyumas Angkat Bicara Terkait 130 Ribu Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyumas, jumlah peserta PBI sebelumnya mencapai 232.509 orang. Setelah dilakukan evaluasi, jumlah penerima bantuan tersebut berkurang menjadi sekitar 102.000 orang.
Meski demikian, Nungky memastikan Pemkab Banyumas tetap berupaya menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Warga yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 5 dalam pengelompokan kesejahteraan sosial tetap menjadi prioritas penerima bantuan.
Sementara itu, masyarakat dari kelompok desil 6 hingga desil 10 yang menderita penyakit berat dan membutuhkan pengobatan berulang, seperti penyakit jantung dan harus menjalani cuci darah, juga tetap berpeluang mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Nungky menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Petugas pendaftaran akan memeriksa status kepesertaan pasien untuk mengetahui apakah masih aktif atau telah dinonaktifkan.
Apabila memenuhi kriteria penerima bantuan, petugas rumah sakit akan membantu proses pengaktifan kembali kepesertaan tersebut.
Prosesnya dilakukan melalui aplikasi Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa) dan diharapkan dapat diselesaikan pada hari yang sama.
"Pengaktifan BPJS ini akan dilakukan melalui sistem aplikasi Pandawa dan diharapkan bisa aktif pada hari yang sama," kata Nungky.
Pemkab Banyumas, lanjut dia, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 87 miliar pada tahun ini untuk pembiayaan PBI.
Editor: EldeJoyosemito