UMKM Banyumas Raya Unjuk Gigi di ISEF 2026, Produk Banjarnegara Raih Juara
SELARAS x Festival Literasi yang berlangsung pada 4–6 September 2026 turut menjadi wadah sinergi untuk memperkuat promosi produk halal, UMKM, dan industri kreatif lokal. Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi pembiayaan syariah, promosi pariwisata ramah muslim, serta peragaan busana bertajuk “Kemilau Wastra Serayu” yang melibatkan desainer pelajar dan profesional.
Akses pasar UMKM juga diperluas melalui partisipasi pelaku usaha Banyumas Raya dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026. Dalam kegiatan tersebut, BI Purwokerto memfasilitasi business matching bagi lima UMKM untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.
Aswin menegaskan, penguatan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, pesantren, komunitas usaha, hingga pelaku industri kreatif.
“Ke depan, KPwBI Purwokerto bersama pemerintah daerah dan mitra strategis akan terus mendorong penguatan industri halal, pemberdayaan pesantren, pengembangan keuangan sosial syariah, serta UMKM dan wastra lokal. Kami berharap berbagai upaya ini dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Banyumas Raya,” kata Aswin.
Melalui penguatan ekosistem tersebut, UMKM dan pelaku usaha syariah di Banyumas Raya diharapkan semakin mampu mengembangkan produk bernilai tambah, memperluas jaringan pemasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara dalam penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, enghadirkan lebih dari 100 kegiatan dengan keterlibatan lebih dari 1.000 pelaku industri halal, mencakup Forum Bisnis Pesantren, business matching, serta forum pengembangan industri halal dan keuangan sosial syariah.
Acara yang dibuka Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga ditandai peluncuran 3 (tiga) program unggulan, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan indeks penerapan prinsip utama zakat (Zakat Core Principles), serta program beasiswa internasional melalui pemanfaatan dana sosial syariah.
Hingga penutupan, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar serta nilai business matching pembiayaan dan perdagangan syariah sebesar Rp3,16 triliun. Capaian ini mencerminkan pentingnya menghubungkan penguatan kapasitas pelaku usaha dengan transaksi dan kemitraan ekonomi yang nyata.
Editor: EldeJoyosemito