Ini 3 Agenda Utama BI Purwokerto: Perkuat Inflasi, Transformasi Ekonomi dan Digitalisasi
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Penguatan pengendalian inflasi, transformasi ekonomi daerah, dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi tiga agenda utama yang akan diperkuat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto.
Ketiga fokus tersebut menjadi arah strategis kepemimpinan Aswin Gantina yang resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Purwokerto.
Aswin dikukuhkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro. Pengukuhan tersebut merupakan tindak lanjut pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan satuan kerja BI yang berlangsung di Jakarta pada 28 Juli 2026.
Aswin menggantikan Christoveny yang sebelumnya memimpin berbagai program BI Purwokerto, mulai dari pengendalian inflasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, pengelolaan Rupiah hingga edukasi kebanksentralan.
Dalam sambutannya, Solikin mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari regenerasi dan penguatan kapasitas organisasi untuk menjaga keberlanjutan transformasi kelembagaan. Meski setiap pemimpin membawa pengalaman dan perspektif berbeda, mandat Bank Indonesia tetap sama, yakni menjaga stabilitas nilai Rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Solikin kemudian menggarisbawahi tiga fokus yang perlu menjadi perhatian BI Purwokerto.
Pertama, memperkuat peran BI sebagai penasihat strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Kedua, mendorong transformasi ekonomi dengan memperkuat keterhubungan antarsektor dan antarwilayah, termasuk melalui pengembangan UMKM, pariwisata, ekonomi syariah, serta perluasan akses pasar.
Ketiga, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran agar transaksi masyarakat semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Menurut Solikin, ketiga agenda tersebut sejalan dengan struktur perekonomian Banyumas Raya yang ditopang oleh sektor industri, perdagangan, jasa, pertanian, dan pariwisata.
Kolaborasi yang selama ini terbangun dengan pemerintah daerah turut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas mencapai 6,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,71 persen dan nasional 5,29 persen.
Adapun inflasi Kota Purwokerto pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,00 persen (yoy). Dari sisi transaksi digital, hingga September 2026, penggunaan QRIS di Banyumas Raya mencapai sekitar 196 juta transaksi dengan nilai kumulatif Rp14,75 triliun. Jumlah merchant yang telah menggunakan layanan tersebut mencapai 707.126.
Sementara Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut BI Purwokerto sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pengembangan berbagai potensi ekonomi daerah.
"Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah berjalan selama ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan daerah," kata Sadewo.
Kerja sama dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan selama ini dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejumlah program yang dijalankan antara lain Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Pasar Murah SARAHSIMAS, peningkatan kapasitas petani, TAKARA MERDAYA, serta penguatan klaster komoditas pangan.
Sementara itu, pengembangan transaksi digital dilakukan melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Implementasinya antara lain pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan wisata Menara Teratai Purwokerto serta penerapan E-Retribusi di 14 pasar tradisional.
Sadewo berharap kepemimpinan Aswin mampu melahirkan inovasi dan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Sejalan dengan harapan tersebut, Aswin berkomitmen melanjutkan penguatan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Peningkatan daya saing UMKM dan sektor riil, perluasan digitalisasi pembayaran, serta pemerataan layanan Rupiah dan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah juga menjadi bagian dari agenda kerja BI Purwokerto.
Ke depan, BI Purwokerto akan memperluas sinergi dengan pemerintah daerah di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara serta seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kolaborasi tersebut, Banyumas Raya diharapkan mampu mengembangkan perekonomian yang tangguh, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.
Editor: EldeJoyosemito