DPD RI Dorong Tujuh Kabupaten Bersinergi Kembangkan Potensi Jateng Selatan
"Misalnya Festival Serayu, ujungnya di Wonosobo. Maka, Wonosobo juga perlu ditarik sebagai bagian dari pengembangan konsepsi kawasan yang oleh BI dilembagakan melalui Karya Kreatif Serayu," ujarnya.
Lebih lanjut, Kholik mengatakan pengembangan kawasan Jateng selatan juga berkaitan dengan usulan menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan swasembada pangan yang selanjutnya diarahkan menjadi daerah khusus penyangga pangan.
Potensi produksi pangan di kawasan tersebut dinilai cukup besar. Sektor hortikultura berkembang di wilayah Temanggung dan Wonosobo, sedangkan produksi padi ditopang sejumlah daerah seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo.
Kholik menilai penguatan kawasan selatan semakin mendesak di tengah tekanan terhadap wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah akibat ekspansi industri manufaktur. Perubahan pemanfaatan lahan di kawasan utara dikhawatirkan mengurangi kapasitas wilayah tersebut sebagai penyangga produksi pangan.
Dia mengungkapkan adanya proyeksi akademik yang memperkirakan kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi nasional berpotensi menurun dari sekitar 18 persen menjadi 5 persen dalam 20 tahun mendatang. Penurunan tersebut dikaitkan dengan berkurangnya kawasan penyangga pangan di wilayah utara.
"Oleh karena itu, kawasan selatan ini harus kita selamatkan dan pertahankan sebagai penyangga pangan," katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kholik menilai diperlukan dukungan pembangunan infrastruktur serta koordinasi antarpemerintah daerah.
Langkah itu penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan, memperlancar distribusi, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah potensi gangguan perdagangan dan pasokan pangan global akibat dinamika geopolitik.
Editor: EldeJoyosemito