Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Bupati Banyumas Achmad Husein Dikabarkan Terkena Stroke saat Berada di China
Advertisement . Scroll to see content

China Lakukan Pengembangan Senjata untuk Lumpuhkan Starlink Milik Elon Musk

Minggu, 29 Mei 2022 | 08:47 WIB
  • author Wasis Wibowo
China Lakukan Pengembangan Senjata untuk Lumpuhkan Starlink Milik Elon Musk
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa 48 satelit internet Starlink diluncurkan dari SLC-40 di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida pada 9 Maret 2022. Foto/SpaceX/LiveScience

BEIJING, iNews.id - Para peneliti militer dari China mengembangkan senjata guna melumpuhkan sistem satelit Starlink kepunyaan Elon Musk. 

Megakonstelasi satelit Starlink berpotensi sebagai pengancam aplikasi militer China. Oleh karena itu, butuh tindakan pencegahan untuk mengawasi, menonaktifkan, atau bahkan menghancurkan. 

Hal itu terungkap pada makalah yang diterbitkan bulan lalu di jurnal Teknologi Pertahanan Modern China. 

Peneliti China sangat prihatin dengan potensi kemampuan militer konstelasi, yang mereka klaim dapat dipakai untuk melacak rudal hipersonik. 

Tak hanya itu, starlink secara dramatis dapat meningkatkan kecepatan transmisi data drone AS dan jet tempur siluman, atau bahkan menabrak dan menghancurkan satelit China. 

Dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi beberapa kali stasiun luar angkasa China nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink. 

Sehingga terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindar pada Juli dan Oktober 2021. 

“Kombinasi metode soft dan hard kill harus diadopsi untuk membuat beberapa satelit Starlink kehilangan fungsinya dan menghancurkan sistem operasi konstelasi,” kata para peneliti yang dipimpin oleh Ren Yuanzhen, seorang peneliti di Institut Pelacakan dan Telekomunikasi Beijing, yang merupakan bagian dari Pasukan Dukungan Strategis militer China dikutip SINDOnews dari laman LiveScience, Sabtu (28/5/2022). 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut