“Untuk kasus nontrauma, penyembuhannya mencapai 95% dalam waktu sekitar 7 hari. Namun, jika saraf mata sudah lepas, peluang kesembuhan penglihatan bisa lebih rendah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari peluncuran layanan ini, JEC Anwari Purwokerto menggelar bakti sosial operasi Vitreoretina gratis, yang juga menjadi yang pertama di Indonesia.
Menurut dr. Kukuh yang juga Ketua Bakti Sosial Vitreoretina, menyampaikan bahwa meskipun jumlah penderita Vitreoretina tidak sebanyak katarak, dampaknya sangat besar bagi kualitas hidup pasien.
“Operasi Vitreoretina biasanya membutuhkan biaya antara 13 hingga 22 juta rupiah. Untuk membantu pasien yang kesulitan, kami mengadakan bakti sosial ini,” katanya.
Pada kegiatan yang digelar Sabtu, 7 Desember 2024, ini, enam pasien telah terdaftar untuk menerima operasi gratis. Salah satu penerima manfaat, Noviana Dyah (55 tahun), warga Purwokerto, berbagi kisahnya.
“Selama lebih dari dua bulan, penglihatan mata kanan saya terganggu seperti ada lapisan kaca yang buram. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan operasi gratis ini. Semoga saya bisa kembali melihat dengan baik,” ungkapnya.
Dengan hadirnya layanan Vitreoretina ini, masyarakat Banyumas dan sekitarnya tidak perlu lagi pergi ke luar kota untuk mendapatkan perawatan kesehatan mata yang lengkap. JEC Anwari Purwokerto juga berencana memperluas layanan dengan menyediakan kemudahan akses melalui BPJS Kesehatan bagi pasien yang membutuhkan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait