“Yang terjadi sekarang, rakyat dan aparat saling berbenturan. Padahal polisi hanya menjalankan tugas, bukan pengambil keputusan politik. Akhirnya polisi jadi korban, rakyat juga korban. Ini harus segera diselesaikan, apa sebenarnya masalah utamanya,” tegas Mahfud.
Lebih lanjut, Mahfud menilai kericuhan dalam unjuk rasa dipicu akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Ia menilai sejumlah regulasi justru melahirkan masalah baru tanpa solusi yang jelas.
“Seperti hanya memberi permen lewat peraturan menteri, tapi setelah itu muncul lagi kebijakan lain yang menambah beban masyarakat,” katanya.
Mahfud juga menyinggung sikap sejumlah politisi yang dianggap arogan dan tidak memiliki empati terhadap kondisi rakyat. Hal ini, menurutnya, semakin memperparah situasi.
“Selain itu, penegakan hukum juga tidak konsisten. Ada kasus besar diumumkan, tetapi tindak lanjutnya tak jelas. Ada kasus kecil justru berlarut-larut tanpa penyelesaian,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait