PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Halal Center Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar literasi halal di kampus setempat pada Selasa (14/10/2025). Mereka yang diundang adalah para siswa SMP, SMA, beserta para guru.
Tim Ahli Kemdiktisaintek Arif Hidayat mengatakan bahwa literasi halal yang digelar di Unsoed sebetulnya merupakan amanat Kemdiktisaintek bersama pusat-pusat unggulan kampus untuk melakukan diseminasi sains dan teknologi kepada masyarakat.
“Salah satu yang kami ajak kerja sama adalah Pusat Halal Unsoed. Misinya sederhana, yaitu membumikan sains dan teknologi agar masyarakat melek sains,” jelasnya usai pembukaan acara Pengenalan Saintek Halal kepada Pelajar SMP dan SMA di Purwokerto.
Menurutnya, target untuk para siswa adalah mengajak generasi muda agar lebih menyukai sains dan teknologi, karena di Indonesia minat terhadap bidang tersebut masih sangat kurang.
“Acara ini bertujuan mengajak dan meningkatkan minat siswa terhadap saintek. Salah satunya dengan melihat uji halal dan tidak halal. Mereka tidak hanya diberi materi semata, melainkan juga menyaksikan praktiknya secara ilmiah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Halal Center Unsoed Prof. Poppy Arsil mengatakan bahwa pengenalan saintek terkait halal merupakan bagian dari literasi. “Dalam literasi terdapat tiga aspek, yakni mencerahkan, memperkaya, dan empowering. Kami berharap para siswa dapat tercerahkan, menambah pengetahuan, dan menjadi berdaya. Para ahli akan memberikan pengetahuan sekaligus praktik langsung tentang bagaimana saintek bekerja dengan berbagai peralatan untuk melakukan pengecekan makanan halal atau tidak,” katanya.
Ketua Tim Kegiatan Edukasi Halal, Nur Aini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program In-Saintek yang mendapat dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek.
“Halal kini menjadi kewajiban sesuai ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Karena itu, kami ingin memberikan literasi kepada para pelajar agar memahami makna halal, cara memilih makanan halal, serta mengenali bahan dan proses produksinya,” ujar Nur Aini.
Ia menambahkan, edukasi ini penting dilakukan mengingat generasi muda saat ini dihadapkan pada beragam pilihan produk makanan dan minuman, termasuk yang banyak dipromosikan melalui media sosial.
Sementara Tim Kegiatan Edukasi Halal, Wita Ramadhanti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh pelajar dari tujuh sekolah, baik negeri maupun swasta, di wilayah Purwokerto.
“Kegiatan ini difokuskan untuk siswa SMP dan SMA, dengan metode praktik langsung di laboratorium agar mereka lebih memahami proses pengujian bahan halal,” ujarnya.
Wita menambahkan, program literasi halal ini nantinya juga akan dilanjutkan untuk tingkat pendidikan TK dan SD serta diperluas kepada masyarakat umum.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
