Sesi berlangsung hangat dan cair, menampilkan sisi humanis kepemimpinan UT yang jarang muncul di forum akademik formal. Melalui dialog ini, UT ingin memastikan bahwa publik mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai arah baru institusi.
Pimpinan UT menegaskan peran penting media sebagai sahabat perjalanan UT dalam memperluas dampak pendidikan terbuka. Dengan jangkauan media, kisah-kisah mahasiswa UT dapat menjangkau publik secara lebih luas, dari pekerja migran yang kuliah di sela keterbatasan waktu, hingga mahasiswa muda yang membagi tanggung jawab antara pekerjaan, keluarga, dan kuliah.
Menurut UT, narasi-narasi ini penting untuk diperkuat karena mencerminkan inti dari pendidikan inklusif, memberikan kesempatan belajar bagi siapa pun, dalam kondisi apa pun.
UT Media Day 2025 tidak hanya menjadi ajang penyampaian program dan strategi, tetapi juga pertemuan emosional yang mempererat hubungan antara universitas dan media. Banyak jurnalis membagikan pengalaman ketika meliput aktivitas UT di daerah, sebuah pengingat bahwa UT bukan sekadar institusi besar, melainkan rumah bagi ribuan kisah perjuangan meraih pendidikan.
Nilai humanis inilah yang ingin dipertegas UT bahwa pendidikan adalah perjalanan bersama, dan media adalah mitra yang memastikan perjalanan itu dapat dilihat, dimengerti, dan diapresiasi oleh publik.
UT menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan baru, universitas siap bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih berdampak. Namun langkah ini tidak dapat ditempuh sendirian. Kolaborasi jangka panjang dengan media menjadi kunci untuk memastikan setiap langkah transformasi UT dapat dipahami publik secara jelas dan inspiratif.
Dengan arah baru yang telah dicanangkan, UT melangkah dengan keyakinan bahwa sinergi dengan media akan membuka lebih banyak ruang bagi cerita-cerita tentang pendidikan tinggi yang inklusif, modern, dan memberi manfaat nyata bagi Indonesia.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
