“Anda membutuhkan pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola dunia. Saya akan terus merekrut pemain yang kariernya menunjukkan kualitas terbaik. Karier sepak bola tidak pernah berbohong, pemain top selalu bermain di level tertinggi,” katanya.
Meski demikian, Herdman menegaskan pemain lokal tetap menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Ia menilai semangat, energi, dan komitmen pemain dalam negeri merupakan modal besar dalam membangun kekuatan tim nasional.
“Indonesia saat ini berada pada fase di mana banyak pemain ingin membela negara ini. Semangat dan komitmen pemain lokal akan sangat terlihat,” tambahnya.
Fokus Herdman tidak hanya tertuju pada target jangka panjang Piala Dunia 2030. Dalam waktu dekat, ia langsung dihadapkan pada jadwal padat Timnas Indonesia sepanjang 2026.
Skuad Garuda dijadwalkan tampil di FIFA Series pada 23–31 Maret 2026 sebagai ajang awal menguji kekuatan tim racikannya. Setelah itu, Timnas Indonesia akan menjalani FIFA Matchday pada Juni, September, Oktober, dan November 2026.
Agenda besar lainnya adalah Piala AFF 2026 yang akan bergulir mulai 25 Juli 2026. Rangkaian pertandingan tersebut menjadi fase krusial dalam membentuk Timnas Indonesia yang kompetitif, sekaligus menjadi ujian awal bagi Herdman dalam menyeimbangkan tuntutan prestasi dan pembangunan tim menuju Piala Dunia 2030.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
