Menurut Andi, pemulihan akses menjadi faktor krusial agar distribusi bantuan, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan jaringan listrik dapat berjalan tanpa hambatan.
Selain infrastruktur, pemenuhan kebutuhan air bersih turut menjadi perhatian. BNPB meminta perbaikan jaringan perpipaan yang rusak segera dilakukan serta mendorong keterlibatan pihak swasta dalam membantu proses pemulihan.
Terkait pendanaan, BNPB mengingatkan pemerintah daerah agar memanfaatkan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat. Apabila anggaran tersebut belum mencukupi, BNPB siap memberikan dukungan melalui dana siap pakai.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pendataan menyeluruh terhadap pengungsi, termasuk warga yang mengungsi secara mandiri.
“Pendataan yang akurat sangat penting agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemkab pascabencana, mulai dari pembersihan lumpur di akses jalan utama, evakuasi warga terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar seribu orang, pendirian dua dapur umum, hingga penyediaan layanan kesehatan, air bersih, pakaian, selimut, dan obat-obatan.
Berdasarkan perkembangan di lapangan, sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat putusnya jembatan kini mulai terhubung kembali melalui pembangunan jembatan darurat.
“Seluruh unsur terlibat dan bergerak bersama. TNI, Polri, relawan, serta masyarakat saling bergotong royong agar penanganan darurat berlangsung cepat dan pemulihan warga dapat segera tercapai,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
