Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Junaidi, mengatakan PHM telah dua kali sukses digelar pada 2024 dan 2025 dengan dampak ekonomi yang cukup signifikan.
Ia mencatat, perputaran uang pada PHM 2024 mencapai sekitar Rp6 miliar dan meningkat menjadi sekitar Rp8 miliar pada 2025. Untuk tahun ini, pemerintah daerah menargetkan perputaran ekonomi dapat mencapai sekitar Rp10 miliar.
Menurut dia, jika dihitung bersama keluarga dan pendukung yang datang bersama para pelari, kegiatan tersebut diperkirakan akan menghadirkan sekitar 12.000 orang di Purwokerto.
“Ini menjadi peluang untuk memperkenalkan konsep sport tourism sekaligus mempromosikan budaya dan potensi wisata Banyumas kepada para peserta dari berbagai daerah,” katanya.
Race Director PHM 2026, Ronny Yuliananto Kurniawan, menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini tetap mengutamakan aspek kenyamanan dan keamanan bagi seluruh peserta.
PHM 2026 akan mempertandingkan empat kategori lomba, yakni 21 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, dan 3 kilometer. Kategori 21 kilometer ditargetkan diikuti 1.000 pelari, kategori 10 kilometer sebanyak 2.000 peserta, kategori 5 kilometer 2.500 peserta, sementara sisanya pada kategori 3 kilometer yang terbuka bagi masyarakat umum maupun keluarga peserta.
“Kami ingin keluarga atau teman yang menunggu juga bisa ikut menikmati kota Purwokerto melalui kategori lari santai 3 kilometer,” ujarnya.
Pendaftaran PHM 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi penyelenggara di www.unicon.id dan akan ditutup setelah kuota peserta terpenuhi.
Peluncuran ajang tersebut turut diawali dengan kegiatan fun run sejauh 3 kilometer yang dimulai dan berakhir di halaman Pendopo Si Panji pada Sabtu sore. Kegiatan tersebut diikuti berbagai komunitas pelari dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
