BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id-Ratusan warga, termasuk kaum ibu, menggelar aksi penolakan aktivitas penambangan pasir menggunakan mesin penyedot di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Selasa (18/8/2026).
Menjelang siang, warga mendatangi lokasi penambangan di Sungai Serayu. Mereka meminta aktivitas penambangan menggunakan mesin sedot dihentikan karena dinilai berpotensi meningkatkan risiko erosi dan longsor.
Saat warga tiba di lokasi, sejumlah mesin penyedot pasir terlihat berada di kawasan tambang. Namun, tidak tampak truk pengangkut pasir yang biasanya melintas di lokasi tersebut.
Warga juga memasang portal di jalan desa untuk menghalangi kendaraan pengangkut pasir melintas.
Koordinator aksi, Sarno, mengatakan penggunaan mesin sedot telah berlangsung sekitar dua bulan dan menimbulkan keresahan warga.
“Warga di sini resah karena penggunaan mesin sedot tersebut. Aktivitas kami juga terganggu. Kami juga khawatir kegiatan penambangan tersebut dapat meningkatkan risiko erosi dan longsor, terutama nanti pada saat musim penghujan datang,” kata Sarno.
Menurut dia, warga yang terdampak aktivitas tersebut berasal dari lima RT dan dua RW dengan jumlah hampir 300 keluarga.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sarno mengatakan masyarakat setempat memiliki pengalaman buruk dengan bencana longsor akibat kondisi lingkungan di sekitar permukiman.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
