“Seperti pada Selasa (5/5/2026), penyaluran dilakukan di Pasar Wage Purwokerto kepada 36 pedagang, dengan total sekitar 180 dus atau setara 2.160 liter Minyakita,” katanya.
Prawoko menegaskan, kehadiran Minyakita di pasar tradisional diharapkan mampu menjaga stabilitas harga minyak goreng secara umum. Menurutnya, Minyakita berperan sebagai penyeimbang di tengah beragam merek minyak goreng yang beredar di pasaran.
“Minyakita bukan satu-satunya produk minyak goreng, tetapi berfungsi untuk menjaga kestabilan harga di tengah banyaknya merek yang tersedia di pasar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan bersama Satgas Pangan, stok minyak goreng berbagai merek, termasuk Minyakita, masih tersedia di pasar-pasar utama wilayah Banyumas.
Selain itu, Bulog bersama BUMN pangan lainnya memperoleh alokasi 35 persen dari skema Domestic Market Obligation (DMO) produsen Minyakita. Sementara itu, 65 persen lainnya didistribusikan oleh pihak swasta.
“Bulog dan BUMN pangan mendapatkan porsi 35 persen dari DMO pabrik produsen Minyakita. Sisanya, sekitar 65 persen, disalurkan oleh distributor swasta ke para pedagang,” jelasnya.
Ke depan, penyaluran Minyakita akan terus dilakukan secara terjadwal, termasuk di Pasar Wage Purwokerto yang rutin menjadi lokasi distribusi setiap Selasa dan Jumat, dengan volume sekitar 180 dus per kegiatan, menyesuaikan kondisi pasar.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
