PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden terus mematangkan langkah transformasi kelembagaan melalui pengajuan status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan publik sekaligus meningkatkan kontribusi lembaga dalam mendukung pembangunan peternakan nasional.
Rencana transformasi itu dipaparkan dalam Rapat Penilaian Usulan Penetapan PPK-BLU yang berlangsung di Gedung Prijadi Praptosuhardjo I, Kementerian Keuangan. Dalam forum tersebut, BBPTUHPT Baturraden mempresentasikan kesiapan organisasi untuk mengadopsi sistem pengelolaan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada peningkatan pelayanan.
Delegasi BBPTUHPT Baturraden dipimpin langsung oleh Kepala Balai Dani Kusworo beberapa hari lalu. Turut hadir memberikan dukungan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda bersama sejumlah pejabat terkait.
Dalam pemaparannya di hadapan tim penilai dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan, Dani menjelaskan berbagai capaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir serta rencana pengembangan lembaga untuk lima tahun mendatang.
Menurutnya, perubahan status menjadi BLU akan membuka ruang yang lebih luas bagi BBPTUHPT Baturraden untuk meningkatkan efektivitas layanan kepada masyarakat, khususnya para peternak. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dinilai akan mempercepat pemenuhan kebutuhan bibit sapi perah unggul, hijauan pakan berkualitas, serta produk susu segar dan olahan.
"Status BLU bukan hanya perubahan administratif, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan. Dengan tata kelola yang lebih fleksibel, kami dapat merespons kebutuhan peternak secara lebih cepat dan efisien," ujar Dani.
Ia menambahkan, transformasi tersebut diarahkan untuk menjadikan BBPTUHPT Baturraden sebagai lembaga layanan publik yang lebih modern, adaptif, dan memiliki kemandirian dalam pengelolaan sumber daya.
Dukungan terhadap pengajuan status BLU juga disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda. Menurutnya, penguatan kelembagaan BBPTUHPT Baturraden merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, terutama melalui peningkatan produksi susu dan daging.
"Kemandirian pangan membutuhkan institusi yang responsif dan mampu menghasilkan kinerja nyata. Transformasi BBPTUHPT Baturraden menjadi BLU merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya genetik ternak unggul dan mendukung peningkatan daya saing sektor peternakan," kata Agung.
Selain itu, Agung mengungkapkan bahwa BBPTUHPT Baturraden saat ini tengah dikembangkan sebagai pusat unggulan peternakan organik melalui kerja sama dengan Denmark. Dalam program tersebut, sejumlah petugas telah mengikuti pelatihan di Denmark guna mempelajari sistem peternakan sapi perah organik yang dapat diadaptasi dan diterapkan di Indonesia.
Program kerja sama internasional tersebut dinilai semakin memperkuat posisi BBPTUHPT Baturraden sebagai pusat pengembangan peternakan sapi perah berbasis organik di tingkat nasional.
Melalui transformasi menuju BLU, BBPTUHPT Baturraden diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan profesional bagi seluruh pemangku kepentingan sektor peternakan.
Selain itu, perubahan status tersebut juga diharapkan mendukung optimalisasi aset negara melalui pengembangan balai sebagai pusat unggulan (center of excellence) yang mengintegrasikan teknologi pembibitan modern dengan pengembangan agroeduwisata.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
