Banyumas, Purbalingga dan Wonosobo Jadi Percontohan Program Cegah Kebutaan

Elde Joyosemito
Pemprov Jawa Tengah  memperkuat sistem layanan kesehatan mata yang lebih inklusif melalui Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE). (Foto: iNewsPurwokerto)

Sementara itu, Country Director CBM Global Indonesia, Marisa Kristianah, mengatakan Program I-SEE tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan medis, tetapi juga mendorong fasilitas kesehatan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat.

Menurut dia, pihaknya melibatkan organisasi penyandang disabilitas untuk menilai aksesibilitas puskesmas dan rumah sakit, termasuk ketersediaan jalur landai, toilet ramah disabilitas, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Layanan kesehatan harus dapat diakses semua orang, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil," ujarnya.

Marisa juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menjalani operasi katarak. Menurutnya, prosedur operasi relatif singkat, sekitar 15 menit, dengan masa pemulihan penglihatan rata-rata sekitar dua pekan.

Ia menambahkan, layanan operasi katarak telah dijamin melalui BPJS Kesehatan. Masyarakat di daerah yang telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dapat menjalani operasi tanpa dikenai biaya.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network