Sementara itu, Country Director CBM Global Indonesia, Marisa Kristianah, mengatakan Program I-SEE tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan medis, tetapi juga mendorong fasilitas kesehatan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat.
Menurut dia, pihaknya melibatkan organisasi penyandang disabilitas untuk menilai aksesibilitas puskesmas dan rumah sakit, termasuk ketersediaan jalur landai, toilet ramah disabilitas, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
"Layanan kesehatan harus dapat diakses semua orang, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil," ujarnya.
Marisa juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menjalani operasi katarak. Menurutnya, prosedur operasi relatif singkat, sekitar 15 menit, dengan masa pemulihan penglihatan rata-rata sekitar dua pekan.
Ia menambahkan, layanan operasi katarak telah dijamin melalui BPJS Kesehatan. Masyarakat di daerah yang telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dapat menjalani operasi tanpa dikenai biaya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
