KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Polres Kebumen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang mulai menyasar kalangan pelajar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian kepolisian menyusul ditemukannya sejumlah kasus yang melibatkan anak usia sekolah di wilayah Kabupaten Kebumen.
Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo, mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Dengan pelatihan ini diharapkan para Bhabinkamtibmas mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak negatif penyalahgunaan narkotika. Kami juga berharap masyarakat dan kepolisian dapat bersinergi dalam mencegah peredaran narkoba mulai dari lingkungan terkecil, yakni desa," kata Andre dalam kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan fungsi teknis Satuan Reserse Narkoba bagi para Bhabinkamtibmas yang digelar Polres Kebumen, Selasa (7/7/2026).
Dalam pelatihan tersebut, Satresnarkoba Polres Kebumen memaparkan berbagai modus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang ditemukan selama penanganan kasus di lapangan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya penyalahgunaan pil Yarindo atau yang dikenal masyarakat sebagai "pil sapi". Obat tersebut banyak disalahgunakan karena mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah.
Polisi mengungkapkan, di wilayah Gombong ditemukan pelajar yang mengonsumsi pil tersebut sebelum berangkat ke sekolah. Temuan itu menunjukkan penyalahgunaan obat-obatan terlarang mulai merambah lingkungan pendidikan.
Selain itu, penyalahgunaan tanaman kecubung juga menjadi perhatian. Satresnarkoba mencatat adanya dugaan seorang pelajar SMP di Kebumen diminta meminum air rebusan kecubung sebagai syarat bergabung dengan kelompok pergaulan tertentu.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
