Bank Mandiri Taspen Buka Suara Usai Didemo Korban Dugaan Penipuan 

Elde Joyosemito
Bank Mandiri Taspen akhirnya memberikan penjelasan terkait dengan aksi penipuan mantan karyawannya. (Foto: iNewsPurwokerto)

"Kami berharap ada kepastian hukum sehingga semuanya menjadi transparan. Kami tidak merekayasa sesuatu dan tidak menghindar. Yang kami lakukan adalah menghormati dan mengikuti proses hukum," tutur Jeffry.

Selain itu, Bank Mandiri Taspen mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor kepada kepolisian agar seluruh dugaan kerugian dapat menjadi bagian dari proses penyidikan.

"Kami mengajak para korban melaporkan kepada kepolisian. Mari kita dukung proses hukum agar peristiwa ini dapat diungkap secara terang dan nantinya memberikan kepastian hukum bagi semua pihak," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan pensiunan yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bank tersebut. Massa membawa keranda dan boneka pocong sebagai simbol protes serta menuntut pembatalan kredit yang menurut mereka timbul akibat dugaan tindak pidana tersebut.

Kuasa hukum para korban, Djoko Susanto, menyatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya karena hingga kini para korban belum memperoleh kepastian atas tuntutan mereka.

"Ini aksi lanjutan karena belum ada kepastian yang jelas. Permintaan kami tetap sama, yakni pembatalan kredit," kata Djoko.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network