Bantuan tersebut telah disalurkan ke 14 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan, dengan jumlah penerima mencapai 3.959 kepala keluarga atau 12.956 jiwa. Selain warga, dua fasilitas umum juga terdampak akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Dwi mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat seiring meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan karena berisiko memicu kebakaran saat cuaca kering.
Menurut Dwi, penanganan dampak kekeringan dan upaya mitigasi bencana dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah pihak. BPBD mengapresiasi dukungan Perumdam Tirta Satria, Palang Merah Indonesia (PMI), BPJS Kesehatan, dan Balai Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSSO) yang turut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
