Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FH Unsoed dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain fondasi keilmuan hukum, penalaran kritis, dan etika profesi, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan pendukung yang dapat memperluas kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Penguasaan bahasa Mandarin diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di bidang korporasi, perdagangan, investasi, layanan hukum, maupun sektor lain yang memiliki jejaring internasional.
Program Sarjana Ilmu Hukum FH Unsoed berstatus akreditasi Unggul hingga 21 September 2030 dan memperoleh akreditasi internasional FIBAA hingga 19 September 2028.
Sementara itu, Pusat Bahasa Mandarin Puhua memandang kolaborasi dengan FH Unsoed sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bahasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penguasaan bahasa Mandarin dinilai tidak sekadar menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membuka peluang kerja sama di tingkat nasional dan internasional.
Kelas Kompetensi Mandarin tersebut terdiri atas tiga kelas dengan masing-masing 30 mahasiswa. Pembelajaran dilaksanakan dua kali dalam sepekan di Fakultas Hukum Unsoed.
Kegiatan dipandu Dr Chen Tao pengajar penutur asli bahasa Mandarin yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia. Chen Tao juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua yang didirikan bersama Baoding University, China, di bawah dukungan Center for Language Education and Cooperation (CLEC) China.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
