"Kelas ini kami rancang sebagai ruang belajar yang aktif dan suportif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga didorong untuk berani berkomunikasi dan memiliki kepekaan terhadap budaya," kata Chen Tao.
Selain pembelajaran bahasa, peserta juga dipersiapkan mengikuti Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yakni ujian kompetensi bahasa Mandarin berskala internasional.
"Targetnya, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengikuti ujian HSK. Kompetensi tersebut dapat mendukung kebutuhan studi lanjut, beasiswa, maupun pengembangan karier," ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FH Unsoed sekaligus Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan Prof Dr Siti Kunarti selaku koordinator kegiatan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Dia menilai kelas Mandarin merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa program sarjana untuk memperoleh kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
"Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa jenjang S1 untuk mengikuti kelas yang akan digelar dua kali dalam seminggu di Fakultas Hukum Unsoed. Program ini diberikan tanpa biaya dan diupayakan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang hukum," ujar Siti Kunarti.
Melalui kerja sama tersebut, Pusat Bahasa Mandarin Puhua dan Fakultas Hukum Unsoed menegaskan komitmen untuk memperkuat kualitas calon sarjana hukum agar memiliki kemampuan akademik, integritas, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
