Kenaikan Harga Ayam Ras Jadi Penyumbang Inflasi di Purwokerto dan Cilacap 

Elde Joyosemito
Harga daging ayam menjadi salah satu penyumbang inflasi. (Foto: Istimewa)

Tekanan inflasi juga berasal dari komoditas hortikultura, terutama cabai rawit, buncis, dan kacang panjang. Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut terjadi seiring menurunnya produksi di beberapa daerah sentra.

Selain pangan, harga emas perhiasan turut memberikan tekanan terhadap inflasi. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan di dalam negeri serta perkembangan harga emas di pasar global.

Namun, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, bensin, dan telur ayam ras.

“Berbagai tekanan harga tersebut masih dapat diimbangi oleh penurunan harga beberapa komoditas. Karena itu, inflasi di Banyumas Raya secara umum tetap berada dalam kondisi terkendali,” ujar Aswin.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di kedua wilayah.

Di Purwokerto, kelompok tersebut mengalami inflasi 1,12 persen secara bulanan dengan andil 0,33 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi 0,02 persen, demikian pula kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Adapun di Cilacap, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 1,32 persen secara bulanan dengan andil 0,42 persen. Tekanan juga berasal dari kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan andil 0,02 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network