Menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya kuat dari sisi usaha dan pembiayaan, tetapi juga didukung masyarakat yang memiliki pemahaman dan literasi memadai.
Perkuat Ekosistem Halal
Mengangkat tema “Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Mengakselerasi Perekonomian Banyumas Raya yang Berkelanjutan”, SELARAS 2026 melibatkan berbagai lembaga dan pemangku kepentingan.
Di antaranya pemerintah daerah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Halal Center perguruan tinggi, KNEKS/KDEKS, OJK, perbankan dan lembaga keuangan syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), HEBITREN, lembaga ZISWAF, akademisi, pondok pesantren, komunitas, dan pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat halal value chain, membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM dan pelaku usaha syariah, serta mengoptimalkan potensi keuangan sosial syariah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Junaidi yang membacakan sambutan Bupati Banyumas mengapresiasi penyelenggaraan SELARAS dan Festival Literasi 2026.
Menurut dia, pengembangan ekonomi Banyumas Raya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi hingga komunitas.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
