Pada 2025, KGTR diikuti sekitar 1.600 pelari dengan kategori 3, 7, 14, dan 21 kilometer. Pada 2026, kategori diperluas menjadi 7, 17, 30, dan 50 kilometer. Kegiatan tersebut disebut menghasilkan perputaran dana lebih dari Rp1 miliar bagi pelaku UMKM.
Dalam presentasinya, Chusni yang juga Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi BRIN, menunjukkan sejumlah pengembangan konsep, antara lain night running, cave trail, dan rute yang melintasi kawasan pesisir.
Menurut dia, konsep tersebut dapat menjadi sarana untuk menjangkau wisatawan muda sekaligus mengembangkan wisata olahraga dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Selain KGTR, Kebumen Travel Mart 2026 menjadi instrumen pemasaran lainnya. Kegiatan tersebut menggabungkan konsep B2B tabletop, business matching, dan pertunjukan budaya.
Chusni menyebut Travel Mart mempertemukan 258 buyer dari berbagai daerah di Indonesia dan 14 peserta dari Malaysia dengan 60 seller dari Kebumen dan sejumlah wilayah di Jawa.
Rangkaian kegiatan budaya dalam Travel Mart juga menarik lebih dari 3.000 pengunjung lokal. Sementara perputaran dana selama kegiatan disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Menurut Chusni, kegiatan tersebut tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga memperkenalkan produk makanan, suvenir, dan produk ekonomi kreatif masyarakat.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
