Pengembangan geopark juga mendapat dukungan kebijakan pemerintah daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Geopark Kebumen. Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan master plan pengembangan geopark periode 2025–2034 dan memasukkan pengembangan geopark dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Chusni mengatakan, penguatan branding geopark mulai memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Mengacu pada penelitian Yunianto dan tim pada 2026, sejumlah indikator pembangunan berkelanjutan di Kebumen menunjukkan perkembangan positif seiring penguatan kelembagaan geopark. Aktivitas pariwisata, antara lain, disebut tumbuh dengan peningkatan akomodasi sekitar 5,33 persen per tahun dan kunjungan wisatawan 13,98 persen per tahun.
Pertumbuhan tersebut juga dikaitkan dengan bertambahnya kesempatan kerja, peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja, penurunan pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Chusni menilai kekuatan utama Kebumen UGGp terletak pada keterhubungan antara geologi, alam, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, geopark tidak hanya menjadi kawasan untuk menikmati bentang alam, tetapi juga ruang pembelajaran, petualangan, interaksi budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Geopark bukan hanya tentang batuan dan bentang alam, tetapi juga bagaimana kekayaan geologi terhubung dengan biodiversitas, budaya, dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
