PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Kesehatan merupakan aset paling berharga dalam hidup. Namun, risiko sakit sering kali datang tanpa diundang. Beruntung, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir menjadi sandaran bagi Eddy (36) saat harus mendampingi sang ayah menjalani perawatan medis.
“Sejak 2023 bapak rutin rawat jalan karena anemia. Tapi kalau dari hasil pemeriksaan terakhir, kadar ureum dan kreatinin dalam darah juga katanya tinggi. Selama layanan baik di Puskesmas ataupun di rumah sakit tidak merasa dibeda-bedakan. Kalau ada yang bilang katanya pasien JKN dinomorduakan itu tidak benar,” tegas Eddy.
Di tengah kondisi kesehatan ayahnya yang tidak stabil, Eddy merasa bersyukur karena petugas di fasilitas kesehatan melayaninya dengan baik. Eddy menepis anggapan miring mengenai adanya diskriminasi pelayanan bagi peserta JKN.
“Kualitas layanannya juga bagus, peralatan medisnya lengkap, dan ruang rawat inap sudah terstandar jadi nyaman. Tidak terlalu banyak pasien dalam satu ruangan,” ungkapnya.
Eddy yang ditemui Tim BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto menuturkan gejala awal yang dirasakan sang ayah yakni mudah lelah dan pusing saat beraktivitas. Mendapati hal tersebut, keluarga membawanya ke Puskesmas. Namun, dari pemeriksaan dokter ternyata harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
