Menurutnya, pertumbuhan penduduk perlu diiringi dengan upaya membangun generasi yang sehat. Edukasi dan pemeriksaan sejak usia muda dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Dani Esti Novia mengatakan, pencegahan thalasemia tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan.
Ia mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa yang telah mendapatkan informasi mengenai thalasemia, untuk turut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada lingkungan sekitar.
"Sampaikan pada lingkungan karena pencegahan bukan hanya tenaga kesehatan tapi semua pihak," ujarnya.
Dani mengungkapkan, saat ini terdapat 657 pasien thalasemia yang tercatat di RS Margono dan RSUD Banyumas.
Menurut dia, berbagai upaya pencegahan perlu terus dilakukan untuk memutus mata rantai thalasemia mayor sekaligus mendukung target zero thalasemia.
Skrining dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan pentingnya kesehatan pra nikah. Generasi muda diharapkan memahami kondisi kesehatannya sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehidupan berkeluarga.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
