BUENOS AIRES, iNewsPurwokerto.id — Stadion Monumental di Buenos Aires menjadi saksi sebuah akhir sekaligus awal baru. Malam itu, Lionel Messi mengenakan jersey Argentina untuk terakhir kalinya dalam perjalanan panjang yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
Tak hanya sekadar pertandingan, pertemuan Argentina melawan Benin pada Rabu (7/10/2026) menjadi panggung perpisahan bagi seorang pemain yang telah begitu lama menjadi wajah La Albiceleste.
Messi menutup perjalanan internasionalnya dengan cara yang nyaris sempurna. Argentina menang 3-0. Nicolas Otamendi membuka keunggulan, Nico Paz menggandakan skor, sebelum Messi sendiri mencetak gol melalui titik penalti.
Di balik kemenangan tersebut, tersimpan cerita yang jauh lebih besar: tentang seorang anak Rosario yang tumbuh menjadi legenda, tentang jersey nomor 10 yang selama bertahun-tahun melekat pada namanya, dan tentang Argentina yang kini harus belajar berjalan tanpa sang megabintang.
Jersey Terakhir Sang Legenda
Ada sesuatu yang berbeda dari jersey yang dikenakan Messi dalam pertandingan melawan Benin.
Adidas memberikan sentuhan khusus pada seragam Argentina tersebut. Logo tiga garis khas Adidas digantikan dengan logo personal Messi. Di bagian depan dan belakang jersey juga terdapat motif Sun of May atau Matahari Mei, salah satu simbol nasional Argentina yang terdapat pada bendera negara tersebut.
Jersey itu bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Ia menjadi bagian dari ritual perpisahan.
Sebelum laga, Messi juga menyampaikan pesan emosional kepada para pendukung Argentina melalui sebuah video. Adidas kemudian mengunggah rangkaian momen terbaik sang pemain selama memperkuat tim nasional.
Puluhan ribu pasang mata di Stadion Monumental pun tidak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola. Mereka sedang menyaksikan halaman terakhir dari sebuah kisah panjang.
20 Tahun Lebih Bersama Argentina
Messi telah memberikan sebagian besar masa terbaik dalam kariernya untuk Argentina.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
