Jejak Maestro Raden Soetedjo di Balik Lagu Penyambut Kereta Berjudul Di Tepinya Sungai Serayu

Elde Joyosemito
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto meresmikan patung Raden Soetedjo di area boarding Stasiun Purwokerto, Rabu (21/10/2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

Menjadi Bagian dari Sejarah Musik Indonesia

Pengabdian Raden Soetedjo tidak berhenti pada penciptaan lagu. Pada 1946, ia tercatat menjabat sebagai Direktur Musik Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto. Posisi tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam perkembangan musik melalui lembaga penyiaran pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Dua tahun kemudian, pada 1948, Soetedjo memelopori berdirinya Orkes Studio Djakarta (OSD). Orkes tersebut terlibat dalam perekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya dan menjadi cikal bakal Jakarta Philharmonic Orchestra.

Pada 1950, ia juga bergabung dengan Korps Musik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Atas pengabdiannya, Soetedjo memperoleh pangkat kehormatan Letnan Muda Udara I AURI.

Pengakuan terhadap kiprahnya terus berlanjut. Pada 1968, ia menerima penghargaan di bidang seni dari Gubernur Jakarta Ali Sadikin.

Soetedjo meninggal dunia di Jakarta pada 12 April 1960 dalam usia 50 tahun dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet, Jakarta.

Meski telah lama berpulang, namanya tetap hidup melalui karya-karya musiknya. Di Banyumas, namanya juga diabadikan menjadi Taman Budaya Soetedja, sebuah pengingat bahwa daerah tersebut memiliki tokoh seni yang turut mewarnai perjalanan musik Indonesia.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network