Jejak Maestro Raden Soetedjo di Balik Lagu Penyambut Kereta Berjudul Di Tepinya Sungai Serayu

Elde Joyosemito
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto meresmikan patung Raden Soetedjo di area boarding Stasiun Purwokerto, Rabu (21/10/2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

Keluarga Terharu, Nama Leluhur Kembali Dikenang

Bagi keluarga, penghormatan yang diberikan KAI menjadi momen emosional. Perwakilan keluarga dan ahli waris Raden Soetedjo, Artika Mantaram, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada leluhurnya.

“Kami sekeluarga merasa sangat terharu dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan KAI kepada Raden Soetedjo. Bagi keluarga, karya beliau merupakan bagian dari warisan budaya yang patut terus dikenang. Kami berharap keberadaan sudut ini dapat membuat masyarakat semakin mengenal sosok beliau dan mencintai musik serta kebudayaan Banyumas,” ungkap Artika.

Keputusan keluarga untuk tidak menarik royalti atas penggunaan Di Tepinya Sungai Serayu selama ini turut menjaga kedekatan lagu tersebut dengan kehidupan masyarakat. Alunannya terus hadir dalam rutinitas perjalanan, menemani penumpang yang datang maupun mereka yang hendak melanjutkan perjalanan.

Kini, apresiasi melalui patung menjadi bentuk lain dari upaya menjaga ingatan tentang sang komponis. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengenal lagu ciptaannya, keberadaan patung dan biografi di Stasiun Purwokerto membuka kesempatan untuk mengenal pula sosok di balik melodi tersebut.

KAI Daop 5 Purwokerto dan YLBR berharap kolaborasi antara dunia transportasi, komunitas pelestari sejarah, keluarga seniman, dan pekerja seni dapat terus berkembang. Pelestarian budaya, melalui langkah semacam ini, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar warisan seni daerah tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya.

Pada akhirnya, perjalanan kereta api bukan hanya tentang keberangkatan dan kedatangan. Ada pula cerita tentang tempat, manusia, dan kebudayaan yang menyertainya.

Di Stasiun Purwokerto, Di Tepinya Sungai Serayu akan terus mengalun sebagai penanda kedatangan kereta. Sementara itu, patung Raden Soetedjo menjadi pengingat bahwa di balik lagu yang akrab di telinga penumpang, ada seorang komponis asal Banyumas yang telah meninggalkan jejak panjang dalam sejarah musik Indonesia.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network