Resep tersebut diwariskan secara turun-temurun sebelum Mbah Niti mulai memproduksi Ayam Es Bening pada era 1970-an. Pada awalnya, kuliner ini hanya dipasarkan di sekitar desa. Namun, seiring berjalannya waktu, namanya semakin dikenal dan menjadi salah satu pilihan kuliner khas Kebumen.
Keistimewaan Ayam Es Bening terletak pada penggunaan bahan-bahan sederhana yang dipadukan menjadi racikan bumbu kaya rempah. Bahan utamanya berupa ayam kampung yang diolah bersama bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, serai, jahe, garam, gula, dan penyedap rasa.
Bumbu-bumbu tersebut menjadi unsur penting dalam membentuk cita rasa ayam goreng yang khas. Penggunaan ayam kampung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner tradisional yang menyukai tekstur daging ayam dengan karakter berbeda dari ayam ras.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kebumen, Ayam Es Bening bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengenal kekayaan kuliner lokal. Selain menawarkan kelezatan, sajian ini juga menyimpan cerita tentang tradisi memasak keluarga yang bertahan sejak puluhan tahun lalu.
Keberadaan Ayam Es Bening menjadi pengingat bahwa kuliner daerah tidak sekadar soal rasa. Di balik seporsi ayam goreng dan sambal, tersimpan sejarah, warisan resep, serta identitas masyarakat yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Alamat: Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54312
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
