Namun, persoalan pasokan solar bersubsidi masih dirasakan nelayan dengan kapal berukuran 30 GT ke bawah. Nelayan bernama Temu mengatakan, keterbatasan bahan bakar tersebut menghambat aktivitas melaut sehingga ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian.
“Cilacap selalu kekurangan BBM subsidi solar untuk kapal 30 GT ke bawah, Pak. Saya mohon barangkali nanti Bapak Wakil Presiden, ini yang sangat ditunggu-tunggu sekali oleh rakyat yang ada di Kabupaten Cilacap, supaya ini bisa terealisasi dan memberikan keamanan, kenyamanan untuk nelayan, dan para nelayan bisa melaut dengan baik,” kata Temu.
Menanggapi keluhan itu, Gibran menyatakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kendala yang menyebabkan nelayan belum mendapatkan akses solar bersubsidi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penentuan langkah penanganan yang sesuai.
“Coba nanti kami cek ya, kekurangan syarat-syaratnya apa. Kami hadir di sini untuk menyelesaikan permasalahan nelayan yang ada di sini,” ujarnya.
Melalui koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan administrasi dan distribusi solar bersubsidi sehingga nelayan Cilacap dapat menjalankan aktivitas melaut tanpa terkendala pasokan bahan bakar.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
