Manajer angkat berat Banyumas, Stya Desti, mengatakan keberhasilan Syahrul merupakan hasil dari perjuangan panjang dan peningkatan intensitas latihan menjelang Porprov.
Atlet angkat berat yang sumbangkan emas. (Foto: Istimewa)
Menurut dia, Syahrul yang berdomisili di Purwojati harus menempuh perjalanan untuk menjalani latihan di wilayah Banyumas. Atlet tersebut juga mengikuti program desentralisasi mandiri dengan menyewa tempat tinggal selama satu bulan di Banyumas.
Setelah itu, Syahrul menjalani program desentralisasi yang difasilitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) selama 21 hari di Hotel Dominic Purwokerto.
Stya mengatakan rangkaian persiapan tersebut berdampak terhadap peningkatan kemampuan angkatan Syahrul hingga mampu meraih medali emas pada kelas yang diikutinya.
Cabang olahraga angkat berat Porprov Jateng XVII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Oktober di Gedung Taman Budaya Raden Saleh.
Tambahan enam medali emas dari tiga cabang olahraga tersebut menjadi modal bagi kontingen Banyumas untuk terus meningkatkan perolehan medali selama penyelenggaraan Porprov Jateng XVII 2026. Sejumlah atlet masih berpeluang menambah medali, terutama dari cabang taekwondo yang masih menyisakan tujuh kelas pertandingan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
