Salat di Rumah Dinas, Bupati Kebumen Kurban 10 Ekor Sapi

Elde Joyosemito
.
Selasa, 20 Juli 2021 | 10:23 WIB
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama sapi kurban. (Foto: Dok Pemkab Kebumen)

KEBUMEN, iNews.id- Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melaksanakan salat Idul Adha bersama keluarganya di rumah dinas pada Selasa (20/7/2021). Pada Idul Adha tahun ini, Bupati melaksanakan ibadah kurban dengan memotong 10 ekor sapi, yang dibagikan ke berbagai titik seperti di masjid, pondok pesantren, rutan atau rumah tahanan dan masyarakat.

Bupati menyampaikan, kurban tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan pada masa PPKM darurat. Sehingga pemotonganya tidak dilakukan di satu titik, namun disebar diberbagai tempat.

"Alhamdulillah tahun ini kita bisa menjalankan ibadah kurban dengan memotong 10 sapi. Sapi-sapi ini kita sebar atau didisitribusikan ke berbagai tempat, seperti pondok pesantren, masjid, lalu ada juga di rutan Kebumen dan disebar ke masyarakat," ujar Bupati.

Karena masih berada di masa pandemi Covid-19, Bupati Arif memastikan hewan kurban yang terdistribusi tersebut terbebas dari penyakit, atau dalam kondisi sehat. 

Saat ditanya soal sumber anggaran, Bupati menyatakan setiap tahun sapi kurban tersebut merupakan pembelian dari kantong pribadi. Tidak ada anggaran dari pemerintahan.

"Kami membeli dengan dana pribadi. Tidak ada anggaran negara yang terpakai untuk ini, dan tentunya sudah kami cek kondisinya, sudah ada surat sehat dari dinas terkait," jelasnya.

Untuk memberdayakan masyarakat lokal, semua sapi yang dikurbankan dibeli Bupati dari peternak asli Kebumen. Sapi-sapi tersebut bisa dipastikan  dalam kondisi sehat serta telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Semua sapi ini kita beli dari peternak lokal, asli Kebumen. Banyak masyarakat kita yang memang penghidupannya bekerja sebagai peternak," tuturnya.

Selain itu, Bupati Arif juga mengimbau pemotongan hewan kurbannya juga harus mengedepankan protokol kesehatan.

"Demikian pendistribuannya jangan dibagikan dengan menggundang banyak orang. Biar panitia yang mengantar daging ke rumah-rumah warga, dan tetap menjalankan prokes," jelasnya.

 

Editor : Elde Joyosemito
Bagikan Artikel Ini