get app
inews
Aa Text
Read Next : 10 Tips Aman Mendaki Gunung di Musim Hujan, Persiapkan Diri Demi Keselamatan dan Kenyamanan

Musim Hujan Tiba, Yuk Simak Ciri-ciri Alami DBD dan Cara Mencegah Demam Berdarah

Senin, 09 Desember 2024 | 16:51 WIB
header img
Nyamuk Aedes Aegypti. Foto: Ilustrasi/Istimewa

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Cara mencegah demam berdarah di saat musim hujan perlu diketahui masyarakat, termasuk kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang semakin meningkat. Namun, salah satu penyakit yang mengalami peningkatan kasus adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa hingga minggu ke-46 tahun 2024, terdapat 218.356 kasus demam berdarah di Indonesia, dengan jumlah kematian mencapai 1.259 kasus. Maka dari itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri alami DBD dan cara mencegah demam berdarah.

Dilansir dari berbagai sumber, Senin (9/12/2024) berikut ciri-ciri alami DBD dan cara mencegah demam berdarah agar Anda dapat melakukan antisipasi sebelum terlambat.

Ciri-ciri Alami DBD dan Cara Mencegah Demam Berdarah

Apa itu Demam Berdarah?

Dikutip dari lama Kementrian Kesehatan, Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditransmisikan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus umumnya menunjukkan aktivitas dan menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk-nyamuk ini berkembang biak di genangan air yang tenang dan bersih, seperti yang terdapat pada ban mobil, limbah plastik, atau wadah minum hewan.

Demam berdarah tidak dapat menular secara langsung dari satu individu ke individu lainnya. Namun, seorang ibu hamil memiliki kemungkinan untuk menularkan demam berdarah kepada janin yang sedang dikandungnya, baik selama masa kehamilan maupun saat proses persalinan.

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang tiba-tiba. Secara umum, pada anak-anak, gejala ini mengalami fase demam yang menyerupai bentuk pelana kuda, di mana suhu tubuh menurun selama beberapa hari sebelum kembali meningkat.

Demam yang terjadi pada penyakit DBD biasanya berlangsung sekitar 3 hari dan dapat mencapai suhu antara 39 hingga 40°C. Suhu tubuh yang tinggi ini seringkali sulit untuk diturunkan meskipun pasien telah mengonsumsi obat penurun panas.

Kemudian, penderita DBD juga mengalami gejala seperti lemah atau lemas, sakit kepala hebat, nyeri pada belakang mata, nyeri otot dan sendi, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, serta munculnya ruam kemerahan yang timbul ataupun tidak timbul.

Setelah melewati fase tiga hari, demam akan mereda dan pasien akan merasakan tubuh lebih baik. Namun, trombosit pasien justru mengalami penurunan yang drastis dan terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Akibatnya, pasien berisiko mengalami perdarahan dan syok akibat kehilangan cairan yang banyak dari pembuluh darah.

Pada fase DBD setelah penurunan demam adalah fase kritis, sehingga pada fase kritis ini pasien perlu mendapatkan pengawasan yang ketat. Tanda-tanda bahaya yang perlu diketahui pada saat fase kritis ini adalah muntah-muntah yang tidak kunjung berhenti, nyeri perut yang hebat, lemas setelah sudah merasa membaik, gusi berdarah atau mimisan, gelisah, muntah berdarah, napas cepat, buang air besar berdarah, jantung berdebar, pucat, dan basah.

Ada baiknya, sebelum mengalami fase kritis, pasien segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif lebih lanjut dan mendapatkan perawatan medis.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut