Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Jelang Puasa Ramadan 2025

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id - Menjelang bulan suci Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk mensucikan diri dengan mandi wajib atau keramas. Niat mandi keramas puasa Ramadan ini bertujuan untuk membersihkan diri dari hadas besar, seperti setelah berhubungan intim, keluarnya air mani, atau setelah haid dan nifas, sehingga seseorang dalam keadaan suci saat menjalankan ibadah puasa.
Dalam buku berjudul Ensiklopedia Fikih Indonesia 3 karya Sarwat: Thaharah, dijelaskan bahwa mandi wajib sebelum fajar sangat dianjurkan bagi mereka yang masih dalam keadaan hadas besar saat malam hari. Hal ini sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:
من أَصْبَحَ جُنُبا فَلَا صَوْمَ لَهُ
Artinya: "Barang siapa yang pada pagi hari dalam keadaan berhadats besar maka tak ada puasa baginya." (HR Bukhari)
Lalu, bagaimana tata cara dan niat melakukan mandi wajib sebelum puasa Ramadan? Berikut panduannya seperti dikutip dari iNews.id, Kamis (27/2/2025).
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَ كَبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta'ala."
Editor : Arbi Anugrah