Kearifan Lokal Jadi Fondasi Penting Kelola Sumberdaya Alam
“Generasi muda memiliki energi dan kreativitas. Jika dikolaborasikan dengan pengetahuan tradisional, akan lahir inovasi yang relevan dengan tantangan zaman,” tutur Indaru.
Dharma Bhakti Patanjala juga mendorong pembentukan Forum Lintas Generasi untuk memadukan pengetahuan tradisional dengan teknologi modern.
Pihaknya mengusulkan penyusunan Pustaka Digital Konservasi Budaya sebagai pusat pembelajaran, serta mengadakan festival tahunan yang mempertemukan praktisi konservasi tradisional dengan inovator muda.
Indaru menegaskan penolakannya terhadap praktik konservasi yang mengabaikan nilai budaya lokal. Ia mengecam eksploitasi sumber daya alam yang merusak situs budaya dan marginalisasi pengetahuan tradisional dalam kebijakan lingkungan.
Memanfaatkan momentum HKAN 2025, Dharma Bhakti Patanjala mengajak pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta memulihkan ekosistem kritis, terutama mata air dan hutan, dengan melibatkan masyarakat adat melalui pendekatan partisipatif.
“Kami yakin sinergi antara kearifan tradisional dan semangat generasi muda akan menciptakan model konservasi Indonesia yang unik dan diakui dunia. Mari kita rawat bumi sebagaimana leluhur kita merawatnya,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito