Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog
Advertisement . Scroll to see content

Bupati Banyumas Paparkan Pengelolaan Sampah di Kuala Lumpur Sustainability Summit 2025

Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:21 WIB
  • author Elde Joyosemito
Bupati Banyumas Paparkan Pengelolaan Sampah di Kuala Lumpur Sustainability Summit 2025
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Mayor’s Dialogue pada ajang Kuala Lumpur Sustainability Summit 2025 (KLSS 2025). (Foto: Istimewa)

Tahap midstream dilakukan di pusat pengolahan berbasis komunitas, di mana sampah organik diubah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) atau bahan daur ulang. 

Pada tahap akhir, sisa sampah diproses dengan teknologi pyrolysis non-incineration sehingga tidak ada limbah yang tersisa di TPA.

“Hasilnya sangat signifikan. Hingga 2022, kami berhasil mengurangi timbunan sampah hingga 85 persen dan menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 1.500 warga. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga berdampak ekonomi,” ujar Sadewo.

Selain mengurangi emisi metana, penggunaan RDF dan biomassa di Banyumas juga membantu menekan ketergantungan terhadap batu bara. Menurut Sadewo, inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Banyumas dalam mitigasi perubahan iklim serta mendukung pertanian berkelanjutan melalui kegiatan kompos dan budidaya maggot.

Dalam forum tersebut, Sadewo juga mengajak negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pengelolaan sampah. “Model Banyumas dapat direplikasi oleh daerah lain di Asia Tenggara. Kolaborasi dan pertukaran teknologi akan mempercepat terciptanya kawasan yang lebih bersih dan berketahanan iklim,” katanya.

Atas berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Banyumas telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Indonesia Green Awards, Proklim Climate Village Awards, dan program unggulan ‘Sampah Beruang’ yang masuk dalam 45 besar inovasi pelayanan publik terbaik nasional.

“Transformasi Banyumas adalah bukti bahwa kolaborasi masyarakat, teknologi inovatif, dan dukungan regulasi yang kuat dapat menciptakan perubahan nyata bagi lingkungan,”pungkas Sadewo.


 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut