Banyumas dan Selangor Jajaki Investasi Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi
Sadewo menilai, pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi tersebut memiliki prospek yang menjanjikan, bahkan berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan refuse-derived fuel (RDF).
“Dari perhitungan kami, nilai ekonominya bisa lebih tinggi dibandingkan hanya menjual RDF,” katanya.
Selain skema B2B, kerja sama juga terbuka melalui jalur antarpemerintah (government to government/G2G), termasuk kemungkinan pembentukan hubungan sister city antara Banyumas dan wilayah di Selangor.
Ia menambahkan, komunikasi antara kedua pihak telah berlangsung intens dalam beberapa waktu terakhir. Delegasi Selangor tercatat telah beberapa kali berkunjung ke Banyumas, sementara Pemkab Banyumas juga pernah diundang ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.
“Ini bukan pertemuan pertama. Komunikasi sudah berjalan beberapa kali dan kami juga pernah diundang ke Kuala Lumpur,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang mampu memperkuat pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor lingkungan.
Sementara itu, Datuk Ramli Mohd Tahir menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menyebut pembahasan masih terus berjalan dan diharapkan dapat segera diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Kami berharap ke depan terjalin kerja sama yang baik antara kedua pihak. Terima kasih atas sambutan yang diberikan. Insyaallah, pembahasan akan dilanjutkan hingga tahap MoU,” katanya.
Editor : EldeJoyosemito