Pemerintah Lanjutkan Revitalisasi Sekolah 2026, Anggaran Rp14 Triliun Disiapkan
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman melalui pendekatan humanis dan partisipatif. Selain itu, ia mengingatkan dampak negatif penggunaan teknologi digital secara berlebihan pada anak, seperti penurunan konsentrasi hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental.
Karena itu, pemerintah mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan.
Lebih lanjut, ia menyebut peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bertumpu pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan karakter serta penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).
Usai acara, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa prioritas revitalisasi pada 2026 akan difokuskan pada sekolah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat. Saat ini, pemerintah masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia terkait tambahan anggaran untuk memperluas program tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, menyampaikan pihaknya telah mengusulkan 140 satuan pendidikan melalui skema reguler berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain itu, Banyumas juga memperoleh alokasi revitalisasi untuk 12 satuan pendidikan terdampak bencana, yang sebagian telah memasuki tahap perjanjian kerja sama dan mulai dibangun pada tahun ini.
Ia menyebutkan total kebutuhan perbaikan di Banyumas mencapai sekitar 165 satuan pendidikan dengan kondisi rusak sedang hingga berat, terutama pada jenjang SD dan SMP.
“Untuk program revitalisasi 2025 yang telah diresmikan, terdapat 13 satuan pendidikan terdiri atas enam SD dan tujuh SMP,” ujarnya.
Di sisi lain, seluruh satuan pendidikan di Banyumas, baik negeri maupun swasta dari jenjang TK hingga SMP, telah menerima bantuan perangkat digital berupa IFP, masing-masing satu unit lengkap dengan sarana pendukung pembelajaran.
Amrin merinci, distribusi perangkat tersebut mencakup 806 SD dan 169 SMP di Banyumas yang seluruhnya telah tersalurkan guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis digital.
Editor: EldeJoyosemito