get app
inews
Aa Text
Read Next : Tok! Raih 87 Suara, Prof Akhmad Sodiq Terpilih Jadi Rektor Unsoed 2026–2030

Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed Asah Survival dan Navigasi di Rawa Cilacap

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:11 WIB
header img
Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed Asah Survival dan Navigasi di Rawa Cilacap. Foto: Unsoed

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Mahasiswa pecinta alam dari Universitas Jenderal Soedirman menggelar simulasi penjelajahan rawa di kawasan Tritih Kulon, Cilacap, sebagai bagian dari pendidikan lanjutan Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Unsoed. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 1–3 Mei 2026 itu difokuskan untuk mengasah kemampuan survival, navigasi medan, serta observasi ekosistem lahan basah.

Dalam simulasi tersebut, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menghadapi tantangan alam rawa yang dinamis. Mereka dilatih membaca arah di medan sulit, bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga mengamati keanekaragaman flora dan fauna di kawasan pesisir.

Kegiatan diikuti enam anggota tim yang dipimpin Gael Gellet bersama Ibnu Syahrizal Shadzimin, Habib Manarul Huda, Marelyne Shinta, Ihsaan Hanafi, dan Inayati Hasanah.

Selama penjelajahan, peserta menggunakan berbagai peralatan navigasi seperti kompas bidik, GPS, protaktor, serta teknik orientasi medan berbasis peta untuk menentukan titik tujuan di kawasan rawa. Tantangan yang dihadapi juga berubah mengikuti kondisi pasang surut air.


Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed Jelajahi Rawa Tritih Kulon. Foto: Unsoed

Gael menjelaskan, tim menerapkan dua teknik penjelajahan berbeda sesuai kondisi medan saat kegiatan berlangsung.

“Teknik penjelajahan basah saat pasang datang tidak terlalu menghabiskan banyak tenaga karena dibantu tekanan air sebagai sumber tenaga untuk bergerak. Sedangkan saat surut, peserta harus melewati lumpur untuk mencapai target navigasi,” ujar Gael dikutip dari laman Unsoed, Selasa (12/5/2026).

Selain mengasah kemampuan navigasi dan survival, peserta juga mempraktikkan cara memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk kebutuhan konsumsi selama berada di lapangan. Beberapa hasil alam rawa seperti Totog (Geloina expansa) dan Keong Bakau (Telescopium telescopium) diolah menjadi menu santapan malam sederhana.

“Pengolahannya cukup sederhana, direbus menggunakan air garam hingga matang, kemudian dibersihkan sebelum dikreasikan menjadi hidangan,” jelas Gael.

Di sela kegiatan, peserta juga menemukan buah Nipah (Nypa fruticans) matang yang kemudian dimanfaatkan sebagai makanan penutup.

Aktivitas tidak berhenti saat malam tiba. Tim melanjutkan observasi serangga menggunakan metode yellow trap yang dipasang pada pohon Avicennia di sekitar lokasi peristirahatan. Pengamatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakterisasi biodiversitas dan ekosistem rawa.

Melalui simulasi ini, UPL MPA Unsoed berharap para anggota mampu meningkatkan keterampilan penjelajahan alam, kemampuan bertahan hidup, hingga observasi botani dan zoologi secara langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran untuk memahami tantangan sekaligus kekayaan hayati kawasan rawa dan lahan basah yang dimiliki Indonesia.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut