Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia di Australia Lewat Pertunjukan Wayang
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Universitas Amikom Purwokerto menghadirkan inovasi pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional melalui program bertajuk Introducing Wayang Stories as a Medium for Learning Indonesian Language and Culture yang digelar secara hybrid di The University of Western Australia, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Social Science Building kampus tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat internasional untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat global melalui media wayang.
Program ini diprakarsai dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Amikom Purwokerto, Zulia Karini, yang merupakan lulusan doktoral bidang Translation Studies dari The University of Western Australia.
“Wayang dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai moral, filosofi, sekaligus sangat potensial digunakan sebagai media pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia,” kata Zulia Karini.
Pertunjukan wayang disiarkan langsung dari Indonesia dan diikuti peserta secara luring di Perth, Australia Barat, serta daring melalui Zoom. Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Australia dan Australia-Indonesia Institute serta melibatkan kolaborasi dengan Australia Indonesia Youth Association Western Australia, Balai Bahasa Indonesia Perth, dan Western Australia Indonesian Language Teacher Association.
Sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan mulai akademisi, pengajar bahasa Indonesia, komunitas budaya, hingga masyarakat umum di Perth mengikuti kegiatan tersebut. Program ini menghadirkan pengalaman belajar yang unik karena memadukan bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris dalam satu pertunjukan edukatif.
Acara dibuka dengan sambutan sejumlah tokoh, di antaranya Discipline Chair Asian Studies UWA Laura Dales, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Perth Irvan Buchari, President AIYA Western Australia Alannah Yuen, Chairperson Balai Bahasa Indonesia Perth Sue Cooper, serta perwakilan WILTA, Marlee McAdam dan Natalie Belcastro.
Sementara itu, Rektor Universitas Amikom Purwokerto Berlilana diwakili Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Ade Tuti Turistiati yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi internasional tersebut.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperluas pengenalan bahasa dan budaya Indonesia di dunia internasional melalui pendekatan kreatif dan edukatif,” ujar Ade Tuti Turistiati.
Pertunjukan wayang dibawakan dalang Ki Kabul Idamanto dari Sanggar Puspo Dahono, Kebumen, Jawa Tengah, dengan mengangkat kisah Gugurnya Kumbokarna, salah satu cerita epik pewayangan Jawa yang sarat nilai loyalitas, keberanian, dan pengorbanan.
Melalui pertunjukan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada budaya Indonesia, tetapi juga belajar memahami bahasa Indonesia melalui dialog, narasi, dan subtitle yang ditampilkan selama acara berlangsung.
“Kami ingin peserta tidak hanya menikmati pertunjukan wayang, tetapi juga memahami makna cerita dan belajar bahasa Indonesia secara alami melalui dialog dan interaksi budaya,” kata Ki Kabul Idamanto.
Salah satu peserta, Tiana Purba-Barnard, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat spesial karena memadukan budaya, bahasa, musik gamelan, dan pertunjukan wayang dalam satu pengalaman pembelajaran yang menarik,” katanya.
Chairperson Balai Bahasa Indonesia Perth, Sue Cooper, menilai kegiatan tersebut membantu peserta memahami bahasa dan budaya Indonesia secara lebih mendalam.
“Peserta tidak hanya mengenal tokoh wayang, tetapi juga memahami cara bercerita dalam budaya Jawa melalui pertunjukan wayang, musik gamelan, dan suasana artistik yang khas,” ujarnya.
Selain pertunjukan budaya, peserta juga disuguhi berbagai makanan tradisional Indonesia seperti tahu isi, risoles, dadar gulung, dan Teh Botol yang semakin memperkaya pengalaman budaya Indonesia di Australia.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, mulai dari sesi pengenalan tokoh wayang dan gamelan, penjelasan sinopsis cerita Kumbokarna dan Dasamuka, pertunjukan wayang, hingga sesi tanya jawab interaktif.
Ke depan, program tersebut direncanakan berlanjut dengan fokus lebih mendalam pada pembelajaran bahasa Indonesia secara interaktif melalui media budaya tradisional Indonesia.
Editor : EldeJoyosemito