get app
inews
Aa Text
Read Next : Salah Satu SD Negeri di Banyumas Hanya Dapat Tiga Siswa Baru

Tugu Pembangunan Purwokerto, Jejak Soekarno dan Hadiah Persahabatan Indonesia-Uni Soviet

Senin, 01 Juni 2026 | 10:13 WIB
header img
Tugu Pembangunan Purwokerto menyimpan sejarah panjang dengan Presiden Soekarno, dari program pembangunan nasional, hingga hubungan diplomatik Indonesia dengan Uni Soviet. Foto: Arbi Anugrah/iNewsPurwokerto

Diresmikan Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila

Setelah proses pembangunan selesai, Tugu Pembangunan diresmikan pada 1 Juni 1961.

Tanggal tersebut bukan dipilih secara kebetulan. Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang setiap tahun diperingati pada 1 Juni.

Momentum tersebut semakin memperkuat hubungan simbolis antara Tugu Pembangunan dengan semangat pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Terkait Hubungan Indonesia dan Uni Soviet

Salah satu fakta menarik yang jarang diketahui masyarakat adalah keterkaitan Tugu Pembangunan dengan hubungan diplomatik Indonesia dan Uni Soviet, yang kini dikenal sebagai Rusia.

Pada masa pemerintahan Soekarno, hubungan Indonesia dengan Moskwa terjalin sangat erat. Kebijakan politik luar negeri Indonesia saat itu cenderung dekat dengan blok Timur yang dipimpin Uni Soviet.

Sejarah mencatat pembangunan Tugu Pembangunan “Ajoenan Tjangkoel Pertama” memiliki kaitan dengan Nikita Khruschchev, Ketua Dewan Menteri Uni Soviet atau yang setara dengan Perdana Menteri.

Kedekatan hubungan antara Presiden Soekarno dan Nikita Khruschchev turut melahirkan berbagai bentuk kerja sama dan dukungan pembangunan. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan monumen yang kemudian menjadi simbol dimulainya program pembangunan nasional di Purwokerto.

Kini Menjadi Cagar Budaya Banyumas

Lebih dari enam dekade setelah berdiri, Tugu Pembangunan masih menjadi salah satu landmark penting di Purwokerto.

Nilai sejarah yang dimilikinya membuat monumen ini resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Banyumas melalui Surat Keputusan Bupati Banyumas pada 23 September 2019.

Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran Tugu Pembangunan sebagai saksi perjalanan sejarah bangsa, khususnya pada masa awal pembangunan nasional era Soekarno.

Bagi masyarakat Purwokerto, monumen ini bukan sekadar penunjuk arah atau penghias kota. Tugu Pembangunan menjadi pengingat akan semangat pembangunan, persatuan, dan cita-cita kesejahteraan yang pernah digelorakan sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Hingga kini, keberadaannya tetap menjadi salah satu ikon sejarah Purwokerto yang menyimpan cerita tentang perjalanan bangsa, hubungan internasional Indonesia, dan warisan pemikiran besar Presiden Soekarno.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut