get app
inews
Aa Text
Read Next : Salah Satu SD Negeri di Banyumas Hanya Dapat Tiga Siswa Baru

Tugu Pembangunan Purwokerto, Jejak Soekarno dan Hadiah Persahabatan Indonesia-Uni Soviet

Senin, 01 Juni 2026 | 10:13 WIB
header img
Tugu Pembangunan Purwokerto menyimpan sejarah panjang dengan Presiden Soekarno, dari program pembangunan nasional, hingga hubungan diplomatik Indonesia dengan Uni Soviet. Foto: Arbi Anugrah/iNewsPurwokerto

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Setiap daerah memiliki ikon sejarah yang menjadi penanda identitas wilayahnya. Jika Yogyakarta dikenal dengan Tugu Pal Putih, Semarang memiliki Tugu Muda, dan Ambarawa dengan Monumen Palagan Ambarawa, maka Purwokerto mempunyai Tugu Pembangunan yang hingga kini masih berdiri kokoh di pusat kota.

Bagi sebagian masyarakat, monumen ini lebih dikenal sebagai Tugu Pancasila. Sebutan tersebut muncul karena terdapat lima lambang sila Pancasila yang menghiasi badan tugu. Sementara sebagian warga lainnya menyebutnya Tugu Merdeka lantaran lokasinya berada di ujung Jalan Merdeka.

Namun di balik bentuknya yang sederhana, Tugu Pembangunan menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan Presiden Soekarno, program pembangunan nasional era Demokrasi Terpimpin, hingga hubungan diplomatik Indonesia dengan Uni Soviet atau Rusia saat ini.

Seperti dirangkum oleh iNewsPurwokerto.id pada Senin (1/6/2026), berikut ini ulasan mengenai salah satu monumen bersejarah pada Hari Lahir Pancasila yang ada di Purwokerto.

Berdiri di Kawasan Bersejarah Purwokerto

Tugu Pembangunan berada di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Gatot Subroto, kawasan strategis di Purwokerto Timur.

Keberadaannya dikelilingi sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Kota Purwokerto dari masa ke masa. Di antaranya SMA Negeri 1 Purwokerto yang dahulu merupakan Kantor Karesidenan pada 1921, Rumah Dinas Karesidenan yang dibangun pada 1939, Gedung Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto, serta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gatot Subroto yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.

Posisi tersebut menjadikan kawasan sekitar tugu sebagai salah satu titik penting dalam sejarah perkembangan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Banyumas.

Dibangun Langsung pada Era Soekarno

Berdasarkan prasasti yang masih terpasang hingga saat ini, nama resmi monumen tersebut adalah Tugu Pembangunan “Ajoenan Tjangkoel Pertama”.

Pembangunannya dimulai pada 1 Januari 1961, ketika Indonesia berada dalam masa Demokrasi Terpimpin di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.

Yang menarik, peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bung Karno saat berkunjung ke Purwokerto.

Pembangunan tugu ini menjadi penanda dimulainya Program Pembangunan Semesta Berencana, sebuah program pembangunan nasional yang menjadi salah satu agenda besar pemerintah pada masa itu.

Program tersebut dirancang untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahun 1961–1969.

Karena itulah, lima lambang sila Pancasila diukir pada badan tugu sebagai simbol arah pembangunan nasional yang berlandaskan ideologi negara.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut