Dikembangkan, Padi Produktivitas Tinggi yang Tahan Wereng di Banyumas
"Kami berharap varietas ini mampu menghasilkan produksi tinggi, berumur genjah, dan tahan terhadap serangan wereng sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani," kata Yusuf.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan padi IPB 13S memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Dinas Pertanian akan berkolaborasi dengan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani untuk mendampingi petani, mulai dari proses budidaya hingga upaya mempertahankan kesuburan tanah secara alami.
"Kami berharap para petani mau mencoba inovasi baru yang prospektif. Kalau hanya bertahan dengan cara-cara lama, hasilnya akan biasa-biasa saja. Inovasi inilah yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi sektor pertanian di Banyumas," katanya.
Sementara itu, Amin Yusup, salah seorang petani di Desa Pegalongan yang menjadi petani demplot, mengaku optimistis terhadap pengembangan padi IPB 13S. Pada tahap awal, ia menanam varietas tersebut di lahan seluas satu hektare dengan kebutuhan benih sekitar 30 kilogram.
Menurutnya, program ini memberikan harapan baru bagi petani karena selain didampingi oleh para alumni IPB, petani juga memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk program inovasi Agro Solution dan penggunaan pupuk NPK Pelangi dari Pupuk Kaltim.
"Kami berharap hasilnya melimpah dan bisa menjadi contoh bagi petani lainnya. Dengan adanya pendampingan dan inovasi seperti ini, petani semakin percaya diri untuk mencoba varietas baru," ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito