Momen Tuna Netra Ikut Menikmati Suasana Seru Piala Dunia di Alun-alun Purwokerto
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Suasana Car Free Day di Alun-Alun Purwokerto sedikit berbeda dari biasanya. Ribuan orang berolahraga, berjalan santai, dan berkumpul di depan videotron raksasa yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Kolombia melawan Portugal, Minggu (28/6/2026).
Di antara kerumunan itu, ada sekelompok orang yang tidak menyaksikan pertandingan lewat layar. Mereka tidak melihat aksi para pemain, tak menyaksikan gol atau penyelamatan gemilang. Namun, semangat mereka tak kalah dengan penonton lainnya.
Mereka adalah para penyandang tuna netra dari Banyumas yang ikut dalam kegiatan nonton bareng (nobar) dan dengar bareng (debar) yang digelar RRI Purwokerto, TVRI, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Komisi VII DPR.
Sejak pukul 05.30 WIB, mereka sudah berada di kawasan alun-alun. Sebagian duduk di kursi yang disediakan panitia, sebagian lainnya berdiri sambil menggenggam radio dan telepon genggam. Mereka menikmati pertandingan dengan cara berbeda: mendengarkan.
Suara komentator RRI menjadi mata bagi mereka.
Setiap umpan, pergerakan pemain, hingga peluang mencetak gol digambarkan secara detail oleh reporter sepak bola RRI. Dari narasi itulah, pertandingan tercipta di dalam imajinasi mereka.
"Saya bisa membayangkan bagaimana pertandingan berlangsung. Dari suara komentator, kami tahu siapa yang menyerang, bagaimana situasinya, dan bagaimana suasana di lapangan," kata Ardinal Purbowo, anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Banyumas.
Bagi Ardinal, pengalaman itu terasa istimewa. Ia tidak hanya menikmati pertandingan sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga merasakan atmosfer kebersamaan bersama ribuan masyarakat lainnya.
"Seru sekali. Walaupun kami tidak bisa melihat, kami tetap bisa merasakan euforia Piala Dunia bersama masyarakat umum," ujarnya sambil tersenyum.
Bagi penyandang disabilitas netra, layanan siaran seperti ini bukan sekadar hiburan. Kehadiran siaran olahraga yang ramah bagi mereka merupakan bentuk layanan publik yang memberikan ruang yang sama untuk menikmati peristiwa besar dunia.
Ardinal berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga semakin banyak penyandang disabilitas dapat ikut merasakan semarak Piala Dunia.
Editor: EldeJoyosemito